{"id":344,"date":"2020-02-07T14:15:16","date_gmt":"2020-02-07T05:15:16","guid":{"rendered":"http:\/\/jlec-pr.jp\/?page_id=344"},"modified":"2020-02-27T17:30:27","modified_gmt":"2020-02-27T08:30:27","slug":"beef-tokutyou","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/jlec-pr.jp\/id\/beef\/beef-tokutyou\/","title":{"rendered":"Karakteristik Wagyu"},"content":{"rendered":"<ul class=\"menu mnav2 clearfix\">\n<li><a href=\"#a1\">Karakteristik Wagyu<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#a2\">mengenai pengelolaan dan sistem<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"a1\">Karakteristik Wagyu<\/h2>\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 col-md-5\"><img decoding=\"async\" class=\"img-fluid mx-auto d-block img-rd-lg mg-md\" src=\"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/about-01.jpg\" alt=\"about 01\" \/><\/div>\n<div class=\"col\">\n<h3>Wagyu, dibesarkan dengan perhatian seekor demi seekor layaknya keluarga<\/h3>\n<p class=\"mb-35\">Dari lahir hingga pengiriman, Wagyu diberi nama seekor demi seekor dan dibesarkan dengan penuh perhatian layaknya bagian dari keluarga.<br \/>\nKasih sayang dan ketelatenan peternak menjadi sumber kelezatan wagyu.<\/p>\n<h3>Cara memperternakkan<\/h3>\n<p class=\"mb-35\">Anak sapi Wagyu tinggal di sebuah peternakan hingga 7 sampai 10 bulan setelah kelahiran dan akan dikirim ke pasar anakan sapi untuk dilelang. Setelah itu mereka digemukkan sampai kira-kira 700kg sebelum dikirim.<br \/>\nAnak sapi disapih segera setelah lahir, kemudian diberi makan dengan susu formula,  memeliharanya dengan berhati-hati seperti memberikan minum satu per satu dengan tangan layaknya anak sendiri, dan menyelimuti dengan jaket pada waktu dingin.<\/p>\n<h3>Padi yang membuat kelezatan Wagyu<\/h3>\n<p class=\"mb-35\">Selain serat dan pakan terkonsentrasi seperti rumput dan jerami padi, diberikan juga WCS (Whole Crop Silage) yang dibuat silase jerami padi utuh dan sebagainya.<br \/>\nTerlebih pemberian jerami padi, juga penting dalam memutihkan warna lemak.<\/p>\n<h3>Untuk melahirkan anak sapi yang sehat juga dilakukan penggembalaan<\/h3>\n<p class=\"mb-35\">Dilakukan merumput agar sapi untuk pembibilogon sapi hamil dapat melahirkan sapi yang sehat.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"row voffset\">\n<div class=\"align-self-center col-12 col-md-7\">\n<h3>\u201cRahasia\u201d kelezatan Wagyu<\/h3>\n<p class=\"mb-35\">Tiga unsur untuk membuat daging sapi yang lezat adalah &#8220;tekstur&#8221;, &#8220;rasa&#8221;, dan &#8220;aroma.&#8221; Di dalamnya, terdapat &#8220;aroma daging sapi Wagyu&#8221; yang unik yang hanya dimiliki oleh Wagyu. Ini adalah aroma yang kaya dan manis yang serupa dengan yang ditemukan pada buah persik dan kelapa, dan merupakan aroma dan rasa retronasal yang menyebar saat daging dikunyah di mulut.<br \/>\nTelah diketahui bahwa aroma daging sapi Wagyu ini paling kuat muncul saat daging dipanaskan sampai 80 derajat Celcius (176 derajat Fahrenheit), yang sesuai dengan suhu yang paling pas untuk sukiyaki, hidangan khas Wagyu. Sekali aroma daging Wagyu muncul, ia akan tetap berada di dalam daging dan dilepaskan kembali saat dikunyah, meski  mendingin. Itulah alasan mengapa Wagyu tetap lezat disantap meskipun telah mendingin.<br \/>\n\u201cAroma Wagyu\u201d ini ditambah dengan \u201ctekstur\u201d lembut dari sebaran lemaknya, menciptakan cita rasa tertinggi.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"col\"><img decoding=\"async\" class=\"img-fluid mx-auto d-block img-rd-lg\" src=\"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/about-02.jpg\" alt=\"about 02\" \/><\/div>\n<\/div>\n<div id=\"bloc-13\" class=\"bloc tc-dark-lava l-bloc\">\n<div class=\"container bloc-lg\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col\">\n<h2 id=\"a2\">mengenai pengelolaan dan sistem<\/h2>\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 col-lg-4 col-md-4\">\n<div class=\"card box-line\">\n<div class=\"card-body\">\n<h3>Sistem Identifikasi Individual<\/h3>\n<p>Tanggal lahir, jenis kelamin, nomor Sistem Identifikasi Individual induk, jenis (varietas),  sejarah tempat dibesarkan yang tertulis pada kartu Sistem Indentifikasi Individual sapi dapat dicari.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.id.nlbc.go.jp\/CattleSearch\/search\/agreement_en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"img-fluid mx-auto d-block\" src=\"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/en_bnr_search.gif\" alt=\"L'identification individuelle\" width=\"300\" height=\"80\" data-wp-editing=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"col-12 col-lg-4 col-md-4\">\n<div class=\"card box-line\">\n<div class=\"card-body\">\n<h3>Sistem Penilaian<\/h3>\n<p>Kami melakukan penilaian dari sudut pandang kualitas daging, penampakan luar, hasil produksi dan lain-lain, yang mutlak diperlukan dalam pembentukan harga daging yang wajar berdasarkan slogor nasional yang sama.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.jmi.or.jp\/en\/info\/index2.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/www.jmi.or.jp\/en\/info\/index2.html<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"col\">\n<div class=\"card box-line\">\n<div class=\"card-body\">\n<h3>Kontrol Garis Keturunan<\/h3>\n<p>Menjalankan program yang berkenaan dengan registrasi Wagyu dan peningkatan pembiakan, mengumpulkan informasi dan mengusahakan penelitian dan survey untuk itu, yang bertujuan menjaga pasokan stabil produk ternak berkualitas tinggi.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karakteristik Wagyu mengenai pengelolaan dan sistem Karakteristik Wagyu Wagyu, dibesarkan dengan perhatian seekor demi seekor layaknya keluarga Dari lahir hingga pengiriman, Wagyu diberi nama seekor demi seekor dan dibesarkan dengan penuh perhatian layaknya bagian dari keluarga. Kasih sayang dan ketelatenan peternak menjadi sumber kelezatan wagyu. Cara memperternakkan Anak sapi Wagyu tinggal di sebuah peternakan hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":223,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"page-template\/beef-id-template.php","meta":{"_acf_changed":false,"_locale":"id_ID","_original_post":"45","footnotes":""},"class_list":["post-344","page","type-page","status-publish","hentry","id-ID"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/344\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8655,"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/344\/revisions\/8655"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jlec-pr.jp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}